Jangan Hanya Andalkan Pemerintah


Posted on 10 Maret 2015

Tags: Sosial


Ada hal menarik yang terungkap dalam pertemuan antara pengelola Program Qoryah Thoyyibah (QT) Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) yang dikoordinir oleh H. Mahmud Ali Zain selaku Direktur Program QT dengan Dr. Aries Muftie penggagas gerakan Revolusi Mental Desa Bangkit, Maju, Terbang (BMT) Ahad (1/3) di ruang pertemuan Koperasi BMT Maslahah.

“Bila ada jalan atau jembatan rusak, masyarakat pasti akan mengandalkan pemerintah untuk memperbaikinya. Sedangkan, kemampuan pemerintah itu terbatas. Karena itu jangan heran bila perbaikan jalan atau jembatan yang rusak itu akan membutuhkan waktu yang lama,” papar Aries Muftie.

Tentu saja masyarakat akan sangat dirugikan bila perbaikan jalan atau jembatan itu membutukan waktu yang lama lantaran hanya mengandalkan pemerintah untuk memperbaikinya. Oleh karena itu, menurut Aries, perlu revolusi mental sehingga masyarakat memiliki kepedulian untuk membangun bangsa.

“Untuk itu kita perlu belajar dari Korea Selatan yang berhasil meraih penghargaan dunia atas keberhasilannya dalam membangun bangsa dengan berbasis pada komunitas warga desa. Dalam kurun waktu 9 tahun mereka berhasil bangkit dari keterpurukan dan berhasil secara mandiri membangun bangsanya,” ungkapnya.

Melalui Program Saemaul Undong, pembangunan jalan, jembatan dan irigasi serta berbagai proyek infrastruktur itu dilaksanakan oleh masyarakat desa sendiri. “Pemerintah hanya menyediakan 335 sak semen untuk satu desa. Untuk membangun jalan, jembatan dan irigasi direncanakan, dilaksanakan dan dievalusi sendiri oleh masyarakat desa,” kata Aries.

Kunci sukses Program Saemaul Undong di Korea Selatan, menurut Aries, adalah dukungan pemerintah, adanya relawan yang memiliki semangat juang untuk membangun dan keterlibatan warga desa secara berjamaah untuk membangun desanya.

Karena itulah, Aries Muftie yang mendapat kepercayaan dari pemerintah melalui Program Revolusi Mental Desa BMT, ingin menjalin kerjasama dengan QT untuk melaksanakan program pemberdayaan masyarakat di Jawa Timur. “Saya minta H. Mahmud Ali Zain berkenan menjadi penangung jawab program di Jawa Timur dan seluruh pengelola program Qoryah Thoyyibah menjadi pelaksananya,” pinta Aries kepada H. Mahmud Ali Zain.

Foto: Program Saemaul Undong di Korea Selatan. Masyarakat desa sedang membangun jembatan.