Dana Sosial BMT UGT Meningkat Tajam


Posted on 20 Maret 2014

Tags: Sosial


 

Dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri setiap tahunnya terus mengalami peningkatan tajam. Bahkan pada tahun buku 2013, dana sosialnya mengalami peningkatan hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Pada tahun buku 2012 dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri sebesar Rp 4,9 miliar, maka pada tahun 2013 mencapai hampir dua kali lipatnya sehingga mencapai Rp 9, 0 miliar.

Jauh sebelum itu, sejak tahun buku 2007 sampai tahun buku 2011 ini dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri senantiasa mengalami peningkatan. Pada tahun buku 2007 dana sosialnya Rp 382 juta. Setahun kemudian yaitu pada tahun buku 2008 menjadi Rp 688 juta. Malahan, sejak tahun buku 2009, dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri mencapai lebih dari satu miliar yaitu mencapai Rp  1,1 miliar. Pada tahun buku 2010 mengalami peningkatan lebih dari 600 juta sehingga mencapai Rp 1,7 miliar. Lalu mengalami peningkatan satu miliar sehingga pada tahun buku 2011 menjadi Rp 2,7  miliar.

Menurut Ketua Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri H. Mahmud Ali Zain, dana sosial setiap tahunnya mengalami peningkatan karena jumlah Selisih Hasil Usaha (SHU) yang berhasil diraih oleh Koperasi BMT UGT Sidogiri terus mengalami peningkatan. “Karena SHU setiap tahunnya meningkat, maka secara otomatis dana sosialnya juga meningkat pula,” jelas.

Menurutnya, dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri merupakan 15 % dari total SHU yang berhasil dibukukan pada kurun waktu satu tahun. Kemudian, dari porsi 15 % dana sosial dari SHU tersebut, didistribusikan 5 % untuk kemaslahatan Pondok Pesantren Sidogiri, 3 % untuk Urusan Guru Tugas dan Dai Pondok Pesantren Sidogiri, 3 % untuk alumni Pondok Pesantren Sidogiri melalui Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan 4 % dikelola secara internal oleh Koperasi BMT UGT Sidogiri.

Dana sosial Koperasi BMT UGT Sidogiri ini mirip dengan CSR (Corporate Social Responsibility) yang biasanya diberikan oleh perusahaan nasional sebagai wujud tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat. Untuk dana sosial yang diberikan kepada alumni Pondok Pesantren Sidogiri melalui Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS), dimanfaatkan untuk mendukung program Qoryah Toyyibah (QT).

 Program unggulan IASS yang diluncurkan sejak awal Januari 2014 ini, ditujukan untuk membangun dan memberdayakan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi, kesehatan, sosial dan lingkungan. Melalui program ini, IASS bertekad ikut membangun Indonesiadalam mewujudkan Baldatun Toyyibatun wa Rabbun Ghofur.

“Kami ingin berpartisipasi dalam membangun Indonesiatanpa harus membebani anggaran pemerintah. Yang ingin kami lakukan adalah memberikan program-program pemberdayaan masyarakat guna mewujudkan Indonesia yang Baldatun Toyyibatun wa Rabbun Ghofur,” demikian ditegaskan oleh H. Mahmud Ali Zain yang sekaligus menjadi Direktur QT saat sosialisasi program QT di Pendopo Desa Karanganyar beberapa waktu yang lalu (27/1).

Menurutnya, visi program ini adalah membangun masyarakat yang MAS yaitu Mandiri, Aman dan Sejahtera. Untuk tahap awal program ini baru membidik 4 desa yang ada di Kecamatan Kraton yaitu desa Karanganyar, Ngempit, Sidogiri dan Jeruk. “Di masa yang akan datang diharapkan dapat menjangkau seluruh kecamatan yang ada di Kecamatan Kraton, kemudian meluas se-kabupaten Pasuruan dan akhirnya dapat menjangkau Kabupaten/Kota yang ada diIndonesia,” paparnya optimis.