Kalangan Akademisi Terkesan dengan BMT Sidogiri

    Mokh Syaiful Bakhri Minggu,13 Oktober 2019-23:18:52


    Kalangan Akademisi Terkesan dengan BMT Sidogiri

     

    Keunikan yang dimiliki oleh BMT Sidogiri membuat kalangan akademisi tertarik untuk menelitinya. Yang dimaksud dengan BMT Sidogiri yaitu Koperasi BMT Maslahah (berdiri sejak 1997) dan Koperasi BMT UGT Sidogiri (berdiri sejak 2000). Sejauh ini penulis telah berinteraksi dengan tiga orang akademisi yang telah melakukan penelitian terhadap BMT Sidogiri.

    Pertama, Dr. Raditya Sukmana (Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga Surabaya) yang berkunjung ke Koperasi BMT UGT Sidogiri pada akhir Januari 2014. Kedatangannya ke BMT Sidogiri untuk mengumpulkan bahan-bahan tentang keberhasilan micro finance di Sidogiri khususnya di BMT UGT Sidogiri untuk dipresentasikan di Pakisan. “Sidogiri saya anggap satu-satunya yang berhasil mengembangkan Islamic micro finance dari kalangan pesantren,” ungkapnya ketika itu.

    Kedua, Fatin Fadhilah Hasib, SE, M.Si (Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga Surabaya) yang berkunjung ke Koperasi BMT Maslahah untuk meneliti tentang Sustainable Competitive Advantage pada BMT di Jawa Timur. Saat berkunjung ke BMT Maslahah awal Juli 2019, dia sangat terkesan dengan profesionalitas kaum sarungan. “Meski SDM dan manajemennya professional nilai-nilai kepesantren seperti akhlak santri terhadap gurunya, istighitsah, ziarah kubur dan shalat sunnah tetap dijaga,” pujinya.

    Ketiga, Wuri Handayani, Ph.D (Dosen Akuntansi Universitas Gajah Mada) yang melakukan penelitian selama seminggu pada Oktober 2012 di Koperasi BMT Maslahah. Lulusan program doktoral dari University of Hull United Kingdom ini tertarik untuk meneliti keunikan Koperasi BMT Maslahah yang didirikan oleh para guru pesantren yang tidak memiliki latar belakang pengetahuan (secara formal) mengenai manajemen, akuntansi dan bisnis. “Saya benar-benar ingin mengetahui latar belakang para pendiri membentuk BMT, bagaimana prosesnya, bagaimana perjalanannya dan bagaimana mereka bisa berhasil mengelola koperasi,” ujarnya.

    Setelah tujuh tahun dari penelitiannya, Selasa 1 Oktober 2019 yang lalu, Wuri Handayani, Ph.D kembali mengunjungi Koperasi BMT Maslahah. Pada kunjungan yang kedua kali ini, dia menyerahkan disertasi hasil penelitiannya berjudul Exploring Accountability and Governance in Islamic Microfinance Institution: Indonesia Case yang berhasil dipertahankan sehingga meraih gelar doktor bidang ekonomi dari kampusnya di Inggris (2015).

    Wuri Handayani meneliti bagaimana BMT di Indonesia bisa tumbuh dan berkembang menjadi alternatif dalam menyediakan pembiayaan keuangan dan pelayanan lainnya. Hal ini mengingat bahwa di negara lain (misalnya di Bangladesh dan Amerika Latin), lembaga keuangan mikro didirikan oleh pemerintah, mendapat dukungan sepenuhnya dari pemerintah dan lembaga donor (baik dari sisi keuangan maupun pendampingan pengelolaannya); namun mereka tidak dapat bertahan lama (bangkrut) maksimal dalam kurun waktu 5 tahun sejak didirikan. 

    Beberapa hal yang ditemukan olehg Wuri Handayani saat melakukan penelitian, yaitu:

    1. Cultural capital (modal budaya) dan social capital (modal sosial) berupa keinginan bersama untuk melakukan dakwah menghindari riba secara riel (nyata) merupakan modal awal terbesar yang dimiliki oleh para pendiri BMT Sidogiri. Dalam perjalanannya, melalui modal awal ini, BMT Sidogiri berhasil mengkoversi modal budaya dan modal sosial menjadi modal ekonomi yang terbukti dengan keberhasilan BMT Sidogiri mengelola dana dari 13,5 juta menjadi ratusan miliar.
    2. Praktek tata kelola dan akuntabilitas yang diterapkan oleh BMT Sidogiri merupakan refleksi dari nilai-nilai yang diajarkan sejak para pendiri dan seluruh anggota (serta karyawannya), di mana :
    3. Menjalankan bisnis (melalui BMT dan seluruh bisnis yang terkait di dalamnya) merupakan media dakwah, bukan semata-mata mencari keuntungan. Dengan demikian, dalam menjalankan bisnisnya, nilai-nilai Islami-lah yang dikedepankan. Misalnya, ketika nasabah mengajukan permohonan pembiayaan, maka dilakukan akad dan tausiyah singkat, disertai doa semoga apa yang akan direncanakan oleh nasabah berjalan lancar. Mekanisme inilah yang tidak saya jumpai di tempat lain yang hanya mendasarkan pada tanda tangan akad semata.
    4. Bahwa pondok pesantren Sidogiri adalah “ibu” dan sekaligus rumah kedua bagi mereka sehingga atribut pondok (memakai sarung dan kopyah) tetap dipertahankan. Hal ini dilakukan untuk “menjaga” nama baik pondok dan aktivitas bisnis yang dilakukan di BMT juga merupakan bentuk “pengabdian” kepada pondok.
    5. Nilai-nilai di atas yang menjadi pondasi bagi BMT Sidogiri dalam menjalankan bisnis sehingga menjadi besar dan menjadi salah satu koperasi terbaik di Indonesia.

    Menurut Wuri Handayani , BMT memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi model ekonomi Islam karena nilai-nilai Islami (sesuai dengan prinsip kepatuhan syariah) sangat mungkin diterapkan di BMT. Hal ini disebabkan karena BMT masih memiliki fleksibilitas dalam operasional sehari-hari, sedangkan bank syariah (termasuk BPRS) sangat dibatasi oleh aturan dan regulasi. Oleh karena itu, BMT perlu tetap dikembangkan sebagai alternatif lembaga pembiayaan yang profesional sehingga memenuhi kebutuhan nasabah dan umat.

    Dari penelitian yang sudah dilakukan dan beberapa bukti empiris, ada banyak BMT di periode 1990-an akhir banyak ditutup/kolaps karena mis-manajemen. Dia memandang, BMT yang ada di Sidogiri sudah semakin besar dan permasalahan pasti akan semakin kompleks. Tata kelola dan pengawasan menjadi kunci utama dalam pengelolaan organisasi. Regenerasi perlu dipersiapkan sejak awal agar visi dari para pendiri masih tetap dapat dipertahankan. Selain itu, katanya, tantangan terbesar dunia lembaga keungan saat ini adalah masifnya financial technology (fintech). Banyak pelayanan keuangan terdisrupsi dengan adanya fintech ini. Oleh sebab itu, BMT yang ada di Sidogiri perlu melakukan kajian mengenai bagaimana melakukan inovasi, termasuk juga mengantisipasi disrupsi yang mungkin akan terjadi.

     Penulis: Mokh. Syaiful Bakhri


    Tinggalkan komentar:

    Baca Juga

    Beda Produk Beda Kelas Anggota

    1 minggu yang lalu

    Layani Pembelian Tiket Pesawat dan Kereta Api

    2 minggu yang lalu

    Nikmati Kemudahan Transaksi Melalui Mobile UGT

    3 minggu yang lalu

    Kalangan Akademisi Terkesan dengan BMT Sidogiri

    4 minggu yang lalu

    Cabang Khusus Ungguli Sitiarjo dalam Perolehan Tabungan Si Mantab

    1 bulan yang lalu