Kitab Salaf Jadi Rujukan Ekonomi Syariah

    Mokh Syaiful Bakhri Kamis,11 Juli 2019-14:50:53


    Dalam misi kedua yang baru Koperasi BMT UGT Sidogiri menyebutkan “menerapkan sistem syariah yang sesuai dengan standard kitab salaf dan fatwa Dewan Syariah Nasional (DSN) Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mengapa Koperasi BMT UGT Sidogiri menjadikan kitab salaf dan fatwa DSN MUI sebagai rujukan dalam menerapkan sistem syariahnya? Berikut petikan wawancara dengan Ketua Pengurus Koperasi BMT UGT Sidogiri H. Abdul Majid Umar yang menjelaskan alasannya.

    Mengapa dalam misi Koperasi BMT UGT Sidogiri yang baru menjadikan kitab salaf dan fatwa DSN  MUI sebagai rujukan?

    Penyebutan kitab salaf dan fatwa DSN dalam misi Koperasi BMT UGT Sidogiri merupakan tolok ukur kesesuaian dengan praktik muamalah syariah. Kitab-kitab salaf itu banyak memberikan solusi terhadap orang yang ingin selamat dari sistem riba yang diharamkan di dalam Islam.

    Karena kita sebagai Ahlussunnah wal jamaah, maka di dalam fiqih menganut 4 madzhab. Kalau kita kaji dan kita dalami semuanya ada dalam fiqih 4 madzhab tersebut. Sedang fatwa DSN itu sebetulnya juga merujuk kepada madzahibul arba’ah. Cuma sudah disaring dan dilegalkan dalam peraturan BI/OJK saat ini.

    Selain itu, kami harus memastikan bahwa transaksi yang diterapkan di Koperasi BMT UGT Sidogiri harus diyakini kebenarannya dan bisa diterima oleh semua pihak. Semua sistem yang diterapkan di Koperasi BMT UGT Sidogiri tidak boleh lepas dari kitab-kitab salaf dan fatwa DSN MUI.

    Apa relevansi merujuk kitab salaf dalam era modern sekarang ini?

    Sampai saat ini fiqih ‘ala madzahibul arba’ah masih tetap relevan. Justru permasalahan dalam fiqih kontemporer itu semua sudah terjawab dalam kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama salaf. Cuma membahasakannya saja yang berbeda dan kaidah-kaidah fiqih sangat jelas dalam mendudukan masalah pada posisi hukum yang sebenarnya.

    Apa keunggulan kitab salaf dibandingkan dg rujukan buku-buku modern?

    Keuanggulan kitab salaf itu sangat banyak,  di antaranya:

    Pertama,  kualitas pengarangnya bukan orang sembarangan. Di samping para pengarang itu Allamah (sangat alim) juga mengamalkan ilmunya. Bahkan dari sisi ubudiyah-nya sangat patut diteladani dalam segala hal.  Kebanyakan para pengarang kitab salaf itu termasuk ulama yang menjadi wali/kekasih Allah.

    Kedua, ulama salaf dalam memberikan fatwa itu semuanya ikhlas karena Allah dan berdasarkan disiplin ilmu yang ditekuni, bukan berdasarkan pesanan atau permintaan kelompok tertentu.

    Ketiga,  ilmu dari ulama salaf itu sanad-nya jelas dan bersambung kepada Rasulullah SAW.

    Keempat, kultur dan budaya pesantren sampai saat ini menjadikan kitab-kitab karangan ulama salaf dijadikan rujukan dalam mengajar dan mendidik para santri.

    Bagaimana hubungan kitab salaf dengan ekonomi syariah?

    Ekonomi syariah adalah bagian dari fiqih yang dikarang oleh ulama salaf. Dalam fiqih itu dibagi 4 yaitu fiqih ibadah, fiqih muamalah/perekonomian,fiqih ahwal syahshiyah, dan fiqih jinayat/pidana. Jadi ekonomi syariah semua dasarnya mempergunakan fatwa dari kitab-kitab yang dikarang oleh ulama-ulama salaf.


    Tinggalkan komentar:

    Baca Juga

    Kalangan Akademisi Terkesan dengan BMT Sidogiri

    4 hari yang lalu

    Cabang Khusus Ungguli Sitiarjo dalam Perolehan Tabungan Si Mantab

    1 minggu yang lalu

    Hadiah 30 Paket Umrah Tabungan Si Mantab Diundi Akhir 2019

    3 minggu yang lalu

    Cabang Sitiarjo Ranking 1 Perolehan Tabungan Si Mantab

    4 minggu yang lalu

    SI Mantab Jadi Tabungan Keluarga

    1 bulan yang lalu