Koperasi BMT Maslahah (3)

    Mokh Syaiful Bakhri Minggu,12 Mei 2019-07:31:00


    Berawal dari keprihatinan  para guru (asatidz) dan pengurus Madrasah Miftahul Ulum (MMU) Pondok Pesantren Sidogiri  dan madrasah-madrasah ranting terhadap perilaku masyarakat yang cenderung kurang memperhatikan kaidah-kaidah syariah di bidang muamalat. Yaitu maraknya transaksi yang menjerat para pedagang kecil dan mengarah pada ekonomi ribawi yang dilarang secara tegas oleh agama. Para pedagang kecil di Sidogiri dan sekitarnya kala itu banyak yang terjerat hutang kepada para rentenir.

    Para pedagang kecil meminjam Rp 100.000,- kepada seorang rentenir dan harus mengembalikan hutang kepada rentenir sebesar Rp 130.000,. Itu berarti, para pedagang kecil yang memiliki hutang harus memberikan bunga sebesar 30% kepada para rentenir. Tentu saja hal itu sangat merugikan pedagang kecil. Keuntungan usaha mereka habis hanya untuk memberikan bunga kepada para rentenir sehinga keadaan ekonomi mereka makin terpuruk dan terjerat hutang yang terus menerus kepada para rentenir.

    Para ustadz dan pengurus Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri yang mengetahui bahaya ekonomi ribawi bagi para pedagang kecil terus berfikir dan berdiskusi untuk mencari solusi agar dapat menyelamatkan para pedagang kecil dari jeratan rentenir dan memberantas riba yang marak terjadi di masyarakat. Untuk itu mereka berkonsultasi dengan Almarhum KH. Nawawi Thoyyib yang kala itu menjabat sebagai Ketua Pengurus Pondok Pesantren Sidogiri. 

    Ketika itu Almarhum KH. Nawawi Thoyyib berpesan kepada para guru dan pengurus Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri, “Untuk memberantas riba yang marak terjadi di tengah-tengah masyarakat, tidak cukup hanya melalui mimbar-mimbar pengajian, namun harus berbuat nyata untuk melawan riba. Tanpa berbuat nyata, akan sangat sulit untuk memberantas riba yang sudah sekian lama menjerat para pedagang kecil di pasar-pasar yang ada di sekitar Desa Sidogiri.”

    Akhirnya mereka menyetujui membentuk tim kecil yang diketuai oleh  H. Mahmud Ali Zain untuk menggodok dan menyiapkan berdirinya koperasi, baik yang terkait dengan keanggotaan, permodalan, legalitas koperasi dan sistem operasionalnya. Tim berkonsultasi dengan pejabat kantor Dinas Koperasi Pengusaha Kecil dan Menengah (PK&M) Kabupaten Pasuruan untuk mendirikan Koperasi. Di samping itu, tim kecil juga mendapatkan tambahan informasi tentang BMT (Baitul Mal wa Tamwil) dari pengurus PINBUK (Pusat Inkubasi Bisnis Usaha Kecil) pusat dalam acara perkoperasian yang diselenggarakan di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo.

    Setelah berdiskusi dengan orang-orang yang ahli dalam bidang ekonomi syariah, maka  terbentuklah Lembaga Kuangan Mikro Syariah (LKMS) dengan nama “Koperasi Baitul Mal wa Tamwil-Maslahah Mursalah Lil Ummah Sidogiri” disingkat dengan Koperasi BMT-MMU Sidogiri yang berkedudukan di Kecamatan Wonorejo Pasuruan. Nama MMU pada waktu itu merupakan tabarrukan dengan nama Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri karena para pendirinya merupakan para guru dan pengurus Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri. Jalan ke arah pendirian koperasi didahului dengan rapat pembentukan koperasi yang diselenggarakan pada tanggal 25 Muharram 1418 H atau 1 Juni 1997.

    Dari diskusi dan konsultasi serta tambahan informasi dari beberapa pihak, maka berdirilah Koperasi BMT-MMU Sidogiri tepatnya pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 1418 Hijriah  atau 17 Juli 1997  berkedudukan di kecamatan Wonorejo Pasuruan. Dengan diiringi bacaan Shalawat Nabi SAW dimulailah operasional Koperasi BMT-MMU Sidogiri. Modal  usahanya dihimpun dari simpanan 348 orang anggota terdiri dari para ustadz dan pengurus Madrasah Miftahul Ulum Pondok Pesantren Sidogiri. Ketika itu terkumpula dana sebesar Rp. 13.500.000,- (tiga belas juta lima ratus ribu rupiah).

    Sejak awal berdirinya sampai sekarang ini, Koperasi BMT MMU Sidogiri menunjukkan kemajuan yang pesat dan konstan baik dari segi jumlah cabang, anggota koperasi, simpanan anggota, pendapatan kas (omzet), aset, dana sosial dan zakat. Berbagai produk dan layanan jasa syariah yang ditawarkan mendapat respon positif dari masyarakat. Berbagai bentuk layanan simpanan dan pinjaman serta jasa-jasa yang ditawarkan semakin dirasakan manfaatnya oleh anggota dan calon anggota.

    Sejak akhir tahun 2013 Koperasi BMT MMU Sidogiri berganti nama menjadi Koperasi BMT Maslahah dan ruang lingkup layanannya pun berkembang dari tingkat Kabupaten Pasuruan menjadi tingkat provinsi Jawa Timur. Koperasi BMT Maslahah  dapat berkembang pesat. Per 31 Desember 2018 Koperasi BMT MMU Sidogiri telah memiliki 98 unit kantor pelayanan di berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur seperti Pasuruan, Probolinggo, Mojokerto, Surabaya, Malang, Gresik, Situbondo dan Lumajang

    Dalam menjalankan usahanya Koperasi BMT Maslahah itu bukan hanya mengejar keuntungan bisnis semata namun juga memiliki misi sosial. “Sebagian dari keuntungan yang diperoleh Koperasi BMT Maslahah ditasarufkan untuk kegiatan sosial. Dana sosial Koperasi BMT Maslahah diberikan kepada Pondok Pesantren Sidogiri (PPS), Ikatan Alumni Santri Sidogiri (IASS) dan Madrasah Miftahul Ulum Ranting PPS serta sebagian dikelola sendiri,” ujarnya. 

    Pada tahun buku 2017 yang lalu dana sosial yang diberikan oleh Koperasi Maslahah kepada Pondok Pesantren Sidogiri sebesar Rp 552.358.000, IASS sebesar Rp 331.414.836, MMU Ranting PPS sebesar Rp 773.301.284 dan dikelola sendiri sebesar Rp 552.358.000. “Total dana sosial yang dikeluarkan pada tahun buku 2017 sebesar Rp 2.209.432.239,” katanya.

    Selain mengeluarkan dana sosial, Koperasi BMT Maslahah juga mengeluarkan dana zakat. Pada tahun buku 2017 yang lalu, dana zakat yang dikeluarkan sebesar Rp 901.601.702. Dengan perincian untuk Zakat Produktif (LAZ Sidogiri) sebesar Rp 180.320.340, Zakat Konsumtif sebesar Rp 495.880.936, Beasiswa yang diberikan kepada murid ranting Tipe A Pasuruan sebasar Rp 112.700.213, Operasional Zakat Konsmutif sebesar Rp 22.540.043 dan Amil (LAZ Sidogiri) sebesar Rp 90.160.170.

    Mokh. Syaiful Bakhri


    Tinggalkan komentar:

    Baca Juga

    Tawarkan Aset Tanah dan Bangunan di Pasuruan

    2 hari yang lalu

    Kitab Salaf Jadi Rujukan Ekonomi Syariah

    6 hari yang lalu

    Makna Kembali pada Jatidiri Santri

    6 hari yang lalu

    Empat Alasan Abdussalam Bersedia sebagai Manager Keuangan

    2 minggu yang lalu

    Lebih Dekat Manajer Pengendalian Resiko HM. Sholeh Wafie

    2 minggu yang lalu