Tanggal :  
 
 

 UGT SIDOGIRI

Kantor Pusat:
Jl. Sidogiri Barat RT.03 RW.02
Kraton Pasuruan 67151
Jawa Timur

Telp : 0343 423251
Fax : 0343 423571

Email Redaksi:
redaksi.bmtugtsidogiri@gmail.com
 Statistik Pengunjung
Pengunjung hari ini : 60
Total pengunjung : 261256
Pengunjung online : 6



 Agenda UGT :

  • RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) TAHUN BUKU 2013...
    Tgl : 22 Februari 2014
    Jam :
  • RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) TAHUN BUKU 2014...
    Tgl : 21 Februari 2015
    Jam :
  • RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) TAHUN BUKU 2015...
    Tgl : 20 Februari 2016
    Jam :
  • RAPAT ANGGOTA TAHUNAN (RAT) TAHUN BUKU 2016...
    Tgl : 26 Februari 2017
    Jam :


  • Apakah web UGT bermanfaat bagi anda?

    Tidak Informatif
    Informatif
    Biasa

    Hasil Poling



    Link UGT :

     
    Uswah Wirausaha Rasulullah SAW


    Banyaknya jumlah pengusaha pada suatu negara akan menentukan tingkat kesejahteraan negara tersebut. Semakin banyak jumlah pengusahanya, maka semakin tinggi pula tingkat kesejahteraan negara tersebut. Demikian pula sebaliknya. Di Indonesia, berdasarkan data Kementrian Koperasi dan UKM tahun 2017, rasio jumlah pengusahanya 3,1 % dari total jumlah penduduk Indonesia. Rasio jumlah pengusaha di Indonesia tersebut, lebih rendah dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia 5 %, Singapura 7% dan Jepang 11 %.

    Dalam memperingati kelahiran (maulid) Nabi Besar Muhammad SAW, ada baiknya mengenang ketaladanan Rasulullah SAW dalam bidang kewirausahaan.  Sebagai umatnya, kita perlu meneladani beliau saat menekuni profesi sebagai seorang wiruausahawan, pedagang atau pengusaha. Beliau memulai karirnya sebagai seorang pengusaha dari magang kepada pamannya, mulai membuka usaha sendiri sampai menjadi seorang pedagang yang sukses dan dapat dipercaya. Karena beliau pernah menandaskan, “ Sembilan dari sepuluh pintu rezeki itu ada pada perdagangan.”

    Setidaknya ada tiga hal penting dalam teladan bisnis Rasulullah SAW. Pertama, terkait dengan proses yang dijalani sebelum dan sampai menjadi seorang pedagang yang sukses. Kedua, etika dalam berbisnis sehingga mendapat kepercayaan yang begitu besar baik dari mitra usaha, pemilik modal maupun para konsumennya. Ketiga, ujaran-ujaran bisnis yang beliau ajarkan kepada umatnya yang sampai saat ini menjadi pegangan bagi umat Islam yang menggeluti bidang bisnis dan perdagangan.

    Proses Menjadi Pengusaha    

    Proses menjadi pengusaha merupakan hal penting yang perlu mendapat perhatian di sini. Biasanya seorang pengusaha itu tidak lahir secara instan atau ujug-ujug menjadi seorang pengusaha, melainkan melalui suatu proses panjang yang dimulai sejak dini dunia belajar bisnis, mulai membuka usaha sampai menjadi seorang yang paham betul dengan seluk-beluk bisnis.  

    Demikian juga yang dialami oleh Rasulullah SAW. Proses menjadi seorang pengusaha beliau dapat ditelusuri sejak dini. Ketika berusia 12 tahun, beliau mulai belajar berdagang atau kerja magang (internship) kepada pamannya Abu Thalib yang kala itu menjadi seorang pedagang yang berdagang jauh sampai ke Syria.  

     

    Selama belajar dagang dengan Abu Thalib, beliau dengan seksama mempelajari barang atau komoditas yang laku di pasar, fluktuasi permintaan dan penawaran barang atau komoditas, pusat-pusat perdagangan yang ramai dikunjungi oleh para pedagang, musim-musim perdagangan di suatu tempat dan hal-hal lainnya yang berhubungan dengan perdagangan.

    Selanjutnya pada usia17 tahun beliau mulai membuka usaha sendiri. Pengalaman yang didapatkan selama belajar berdagang, sangat membantunya ketika mulai merintis usaha sendiri. Beliau mulai membuka usaha dengan berdagang secara kecil-kecilan di kota Makkah.

    Selama merintis usaha sendiri, beliau membangun reputasi dan kredibilitas sebagai seorang pedagang yang amanah, menepati janji dan memberikan layanan yang baik kepada para pelanggannya. Beliau merupakan contoh pedagang yang amanah terhadap, menepati janji dan memberikan pelayanan yang terbaik.

    Perilaku bisnis yang baik merupakan iklan bisnis yang terbaik. Karena itu, ketika beliau akan datang pada suatu daerah untuk berdagang, masyarakat disanasudah menunggunya. Mereka menunggu beliau datang dan tidak mau membeli dari pedagang lainnya. 

    Para pembeli rela menunggu kedatangan beliau karena beliau menjual barang atau komoditas terbaik, melayani pembeli dengan sebaik-baiknya, melakukan transaksi dagang yang menguntungkan, tepat waktu dalam pengiriman barang dan pembayaran, menjalin kemitraan yang baik dengan para pedagang lainnya dan para pemasok barang serta berbagai perilaku bisnis lainnya yang bermartabat.

    Mokh. Syaiful Bakhri


    Berita dan Artikel yang lain
    Pendaftaran Baru Tambah Modal Anggota Rp 17,9 Miliar
    Rabu, 13 Desember 2017 - 03:32:43 WIB
    BMT UGT Sidogiri Dapat Tambahan 1.848 Anggota Baru
    Minggu, 03 Desember 2017 - 03:42:35 WIB
    Kesempatan Menambah Simpanan Anggota
    Sabtu, 02 Desember 2017 - 01:25:36 WIB
    Penjelasan Pengurus Tentang Waktu Pendaftaran dan Penambahan Simpanan Anggota
    Minggu, 26 November 2017 - 04:50:59 WIB
    Etika Rasulullah SAW dalam Berbisnis
    Minggu, 26 November 2017 - 01:43:26 WIB
    Masih Terbuka Kesempatan Jadi Anggota BMT UGT Sidogiri
    Jumat, 24 November 2017 - 11:18:26 WIB
     
         
     
    Copyright UGT Sidogiri @ Mei 2011